Bakat kognitif manusia mencakup berbagai kemampuan yang luas.Perancangan interaksi harus mempertimbangkan berbagi faktor kognitif,misalnya umur dan berbagal kondisi yang berhubungan dengan ketidakmampuan atau cacat pada manusia. Lingkungan komputasi mempengaruhi daya penalaran seseorang sejumlah lingkungan memerlukan daya penalaran yang tinggi sementara yang lain tidak terlalu menuntutnya.
Perancang sistem komputer harus memperhatikan berbagai isu yang menyangkut adanya perbedaan dinamika kognitif dan lingkungan, Berikut ini ditunjukkan sejumlah aspek yang berhubungan dengan ling kungan kognitif yang perlu mendapat perhatian:
Umur.
Sejumlah sistem dirancang untuk digunakan oleh anak kecil yangelajar ketrampilan dasar seperti membaca dan aritmatika. Sistem yang lain dirancang untuk teknisi dan para ahli yang mempelajari yang tidak sesuai dengan genetika pada manusia. Sistem komputer umur pengguna akan menyebabkan frustasi atau bahkan dapat dianggap sebagai penghinaan. Teknisi secara umum akan berpendapat bahwa animasi yang menarik justru menjengkelkan. Di sisi lain, anak-anak akan cepat merasa bosan, atau buhkan sama sekali tidak tertarik, dengan daftar hyperlink yang panjang Csikszentmihalyi (1991),dengan Flow Theory-nya, menjelaskan hubungan antara tantangandan kemampuan seseorang ketika melakukan suatu aktivitas, termasuk aktivitas menggunakan komputer, jika tantangan sepadan dengan kemampuan, seseorang akan merasakan adanya kesenangan ketika melakukan aktivitas itu. Tetapi jika seseorang merasa bahwa tantangannya lebin berat dibandingkan dengan kemampuan yang dimilikinya, dia akan menjadi frustasi, Sebaliknya, jika tantangan jauh lebih mudah dibandingkan tingkat kemampuan sesecrang, dia akan segera merasa bosan.
Kondisi yang Berhubungan dengan Ketidakmampuan (Cacat).
Sistem komputer dapat dirancang untuk digunakan oleh orang orang cacat.Dengan semakin banyaknya informasi yang tersedia untuk diakses secara umum menggunakan perkakas informasi, kebutuhan untuk menjadikan peranti ini agar dapat diakses oleh orang cacat menjadi semakin penting. lika perkakas informasi publik tidak dirancang dengan baik, mereka dapat mengurangi kualitas hidup dari sekelompok orang secara signifikan.
Derajat Pengetahuan Teknis.
Sejumlah sistem dirancang untuk digunakan oleh orang yang mempunyai ketrampilan dan fasilitas khusus, Sistem ini dapat dirancang untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Sistem yang lain dirancang untuk digunakan oleh populasi yang lebih umum dan harus memperhatikan kemampuan kognitif yang lebin luas.Peranti komputasi umum juga digunakan oleh orang-orang yang mempunyai kemampuan latar belakang teknis yang berbeda.disini dapat dilihat pentingnya tingkat fungsionalitas yang berbeda sehingga dapat digunakan dengan cara yang paling efisien.
Fokus.
Sistem komputer dapat dirancang untuk orang yang memfokuskan diri secara penuh pada suatu pekerjaan, misalnya bermain game, atau dapat juga dirancang untuk orang-orang yang pekerjaannya mengawasi berbagai aktivitas yang, misalnya, berhubungan dengan alat-alat berat yang dioperasikan pada lingkungan dengan polusi suara yang berlebihan. Prioritas dan persyaratan untuk perancangan interaksi akan berbeda untuk dua tingkat fokus yang berbeda.
Tekanan Kognitif.
Sistem komputer digunakan di lingkungan yang berbeda dengan tingkat tekanan kognitif yang berbeda pula, Berbagai aplikasi untuk aktivitas hiburan seperti mendengarkan musik sampai ke lingkungan yang mengandung risiko sangat tinggi, misalnya komputer yang digunakan untuk mengawasi lalu lintas udara. Orang yang menggunakan komputer pada lingkungan yang mempunyai tingkat tekanan kognitif yang tinggi memerlukan antarmuka yang jelas dan tidak membingungkan. Meskipun hal ini merupakan pertimbangan penting untuk semua peranti komputasi, bidang-bidang tertentu. misalnya kedokteran, militer, atau penerbangan, tidak memberikan toleransi pada kesalahan sekecil apapun. Tingkat prioritas sejumlah kriteria suatu perancangan akan berbeda untuk situasi yang berbeda.